Pembangunan Pedesaan
Vol 3, No 2 (2003)

FAKTOR-FAKTOR PEMANFAATAN LAHAN DAN SOSIAL EKONOMI SEBAGAI PENYEBAB PENEBANGAN LIAR DI HUTAN NEGARA DI KABUPATEN BANYUMAS LAND USE AND SOCIOECONOMIC FACTORS CAUSING ILLEGAL LOGGING IN THE STATE FORESTS IN BANYUMAS REGENCY

Rosyadi, Slamet ( Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2003

Abstract

Salah satu intervensi pemerintah Indonesia untuk mengatasi persoalan deforestasi adalah melalui program tumpangsari. Program ini memberikan akses lahan pada masa tertentu kepada masyarakat untuk kegiatan pertanian lahan kering di antara sela-sela tanaman kehutanan setelah kegiatan penebangan. Studi ini menemukan bahwa program tumpangsari memberikan pengaruh positif dalam menekan angka pencurian pohon sebagai ukuran deforestasi, sedangkan ketimpangan kepemilikan lahan, jumlah buruh tani, dan kemiskinan meningkatkan tekanan terhadap hutan. Temuan ini menunjukkan bahwa di lokasi tumpangsari yang masih berjalan, tidak ada insentif untuk menebang pohon yang masih muda. Di samping itu, eksistensi petani hutan yang relatif masih aktif dapat mengendalikan hutan dari kerusakan. Kata kunci: deforestasi, tumpangsari, ketimpangan kepemilikan lahan, buruh tani, kemiskinan

Copyrights © 2003