Artikel ini menguraikan tentang pengembangan basis pendidikan akuntansi dari sekedar penguatan IQ pada penguatan IESQ. Berangkat dari kenyataan bahwa profesi akuntansi sangat rentan terhadap pelanggaran etika, maka penggalian potensi diri dalam pendidikan untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran etika perlu dilakukan. Hal demikian berkaitan dengan kenyataan bahwa etika menyangkut potensi diri manusia, yang potensi diri itu berpusat pada dua belah otak. Dua belah otak itu adalah otak kiri (IQ) dan otak kanan (ESQ). Dalam kerangka inilah kurikulum akuntansi perlu dikembangkan dengan memadukan ketiga potensi kecerdasan otak tersebut (IESQ). Melalui proses pendidikan yang demikian diharapkan kelak terlahir akuntan yang selalu mengedepankan etika dalam perilakunya.Kata kunci: Kecerdasan, intelektual, emosional, spiritual, etika.
Copyrights © 2004