Penerapan teknologi informasi dalam perusahaan mengalami kemajuan yang sangat cepat dengan ditemukan Data-Base Management System (DBMS). Teknologi informasi ini dapat menggantikan peran akuntan melaksanakan fungsi akuntansi dalam menyediakan laporan keuangan. Pergeseran peran ini memaksa akuntan untuk menemukan peluang baru dengan cara meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi. Sehingga akuntan dapat berjalan selaras dengan perkembangan teknologi informasi Studi empiris ini berusaha menemukan kualifikasi pengetahuan teknologi informasi yang seharusnya dikuasai oleh akuntan sesuai dengan kompetensi profesionalnya. Sampel diambil dari populasi akuntan yang meliputi akuntan internal, pemerintah, dan publik. Tujuh buah hipotesis diajukan sesuai dengan diskripsi kualifikasi pengetahuan teknologi informasi. Alat igi t dan anova digunakan untuk melihat persepsi akuntan terhadap teknologi informasi yang harus dikuasai. Hasil penelitian ini menunjukkan akuntan publik dan intern berpendapat sama bahwa tekonologi informasi harus dikuasai oleh akuntan. Kualifikasi teknologi informasi yang harus dikuasai meliputi Pengetahuan keyboard literacy, Pengetahuan system hardware, Pengetahuan system software, Pengetahuan desain dan pengembangan system, Pengetahuanpaket akuntansi, Pengetahuan electronic data processing auditing, dan Pengetahuan pemrograman. Hampir sama, Akuntan Pemerintah berpendapat bahwa kualifikasi teknologi informasi tersebut harus dikuasai oleh profesi kecuali Pengetahuan Pemrograman. Pengetahuan ini bukan termasuk bagian dari kompetensi akuntansi. Kata Kunci: Data Base Management System, Profesi Akuntansi dan Teknologi Informasi
Copyrights © 2005