Tulisan ini mencoba melihat bagaimana peranan faktor fundamental ekonomi dalam menjelaskan terjadinya krisis nilai tukar di Indonesia pada akhir tahun 1990-an. Secara lebih spesifik, studi ini mempunyai tujuan: menganalisa rasio M2 terhadap reserves, rasio bank klaim pada sektor swasta terhadap Gross Domestic Product, rasio current ac¬count defisit terhadap Gross Domestic Product, laju pertumbuhan Gross Domestic Product, rasio reserves terhadap import, sistem nilai tukar dalam menjelaskan krisis nilai tukar di Indonesia. Dengan menggunakan data time series triwulan mulai tahun 1990 sampai tahun 2001 dan menggunakan model regresi berganda menunjukkan bahwa variable¬variabel dalam fundamental ekonomi terbukti mampu menjelaskan terjadinya krisis nilai tukar di Indonesia. Nilai koefisien determinasi ( R2) 0.959 menyiratkan bahwa 95.9% variasi krisis nilai tukar rupiah sepanjang periode pengamatan dapat diterangkan oleh variabel yang terpilih. Hubungan antara fundamental ekonomi dan krisis nilai tukar adalahjuga didukung oleh model tersebut, di mana peningkatan rasio bank klaim terhadap sektor swasta terhadap GDP dan rasio current account defisit terhadap GDP mendorong penurunan nilai tukar rupiah, sementara laju pertumbuhan GDP mempunyai pengaruh positif terhadap nilai tukar. Keywords: Currency crisis, exchange rate, economic fundamentals
Copyrights © 2002