This study criticizes the Community Service Program in the field of accounting as muhasabah (self-introspection) and offers a new concept of knowledge. The approach used is humanist-theocentric. Criticism of the Community Service Program in the field of accounting only leads to one benchmark that is secular. The logical consequence of the bankable the Community Service Program is that it contributes to an increase in inflation. The new form of PKM in accounting is to improve people's natural abilities such as brain performance and communication skills. Brain performance is used for the most classic accounting practices and communication skills are used to get additional venture capital from God through relatives, and communities. The new form of the Community Service Programneeds to involve other disciplines. Abstrak Studi ini mengkritik Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bidang akuntansi sebagai muhasabah (introspeksi diri) dan menawarkan konsep baru PKM transdisipliner ilmu pengetahuan. Pendekatan yang digunakan adalah humanis-teosentris. Kritik terhadap PKM di bidang akuntansi hanya mengarah pada satu tolok ukur yang bersifat sekuler. Konsekuensi logis program PKM yang bankable berkontribusi terhadap peningkatan inflasi. Bentuk baru PKM di bidang akuntansi adalah untuk meningkatkan kemampuan alamiah masyarakat seperti kinerja otak dan kemampuan komunikasi. Kinerja otak digunakan untuk praktik akuntansi paling klasik dan keterampilan komunikasi digunakan untuk mendapatkan tambahan modal usaha dari Tuhan melalui kerabat, dan komunitas. Bentuk baru dari PKM perlu melibatkan disiplin ilmu lainnya.
Copyrights © 2022