Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Basil Tahan Asam (BTA) yaitu Mycobacterium tuberculosis, dapat menyerang paru sehingga disebut tuberkulosis paru (TB paru). Pemeriksaan yang umum untuk diagnosa tuberkulosis adalah pemeriksaan mikroskopis dengan sampel sputum. Di lapangan sering terjadi penundaan pemeriksaan sampel sputum karena satu dan berbagai hal, sehingga sampel sputum harus disimpan pada suhu bervariasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penanganan sampel sputum tuberkulosis pasien terhadap pemeriksaan mikroskopis BTA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik untuk dapat mengetahui pengaruh sampel sputum dari 8 pasien dilakukan dengan dua perlakuan berbeda, yaitu sputum diperiksa segera dan sputum ditunda yang penundaannya dengan disimpan pada suhu -20°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada satu sampel sputum yang mengalami pengurangan hasil dari hasil pemeriksaan sputum segera ke hasil pemeriksaan sputum ditunda 24 jam pada suhu -20°C, sementara 7 sampel lainnya tidak mengalami penambahan atau pengurangan. Hasil uji dengan Uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikansi 0,317 (p > 0,05) sehingga disimpulkan menurut uji statistik bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara hasil pemeriksaan mikroskopis BTA sputum diperiksa segera dan hasil pemeriksaan mikroskopis BTA sputum ditunda 24 jam pada suhu -20°C.
Copyrights © 2022