Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Vol 11, No 2 (2022)

Tanah Tua Di Percandian Muarajambi

Mirna Dwirastina (Organisasi Riset Kebumian dan Maritim/Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat)
Sondang Martini Siregar (Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra/Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim dan Budaya Berkelanjutan,)
Hendra Hendra (Alumni Geolog Universitas Trisakti)



Article Info

Publish Date
17 Aug 2022

Abstract

Abstrak: Kawasan percandian Muarajambi merupakan kompleks percandian Buddha yang berasal dari abad ke-10 Masehi. Kawasan percandian berada pada bentang lahan fluvial dan diatas permukaan tanah yang datar dan kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui a) stratifigafi formasi batuan, b) jenis-jenis tanah dan c) hubungan tanah candi dengan kitab agama Manarasilpasastra. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif terdiri dariĀ  pengumpulan, pengolahan dan interpretasi data. Pengumpulan data melalui observasi literatur dan lapangan dengan dokumentasi foto, pengumpulan 22 sampel tanah. Selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk pembuatan peta stratifigrafi formasi batuan, pengiriman 22 sampel tanah untuk dianalisis terkstur ke labortorium dan ke laboratorium untuk mengetahui tekstur tanah dan analisis hubungan jenis tanah di kawasan percandian Muarajambi dengan kitab agama. Hasil penelitian menunjukkan kawasan percandian Muarajambi berada stratifigrafi formasi batuan Muara Enim. Percandian tidak berdiri diatas permukaan tanah sedimen sungai namun berupa lapukan batuan lempung. Maka tapak candi terlihat keras/stabil , Jenis tanah ultisol dan mengacu ke tanah Ksatria dalam kitab agama Manasarasilpasastra.Kata Kunci: Tanah, Candi, Kawasan, Muarajambi.Old Land in Muarajambi TempleAbstract: The Muarajambi temple area is a Buddhist temple complex dating from the 10th century AD. This area is located in a fluvial landscape and on a flat and dry land surface. This study aims to determine a) the stratification of rock formations, b) the types of soil and c) the relationship between the temple soil and religious scriptures in the construction of the temple. The method used is the method of explaining theory through data, with data collection, processing and interpretation. Collecting data through literature and field observations with photo documentation, collecting 22 soil samples. Furthermore, data processing was carried out for making stratigraphic maps of rock formations, sending 22 soil samples for texture analysis to laboratories and laboratories to determine soil texture and analyzing the relationship between soil types in Muarajambi enshrinement area with religious books. The results showed that Muarajambi temple area was in the stratigraphy of the Muara Enim rock formation, with clay content so that the footprint could be seen as hard/stable, the soil type was ultisol and referred to the Ksatria soil in the Manasarasilpasastra religious book.Keywords: Soil, Temple, Region, Muarajambi.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

criksetra

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, (P-ISSN: 1978-8673 dan E-ISSN: 2656-9620) merupakan jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Sriwijaya yang mempublikasikan hasil penelitian Pendidikan Sejarah, Kajian Ilmu Sejarah dan Ilmu Sosial Budaya dalam Pendidikan Sejarah. Jurnal ini ...