Kajian nilai ekonomi wisata alam dan jasa lingkungan bermanfaat untuk meningkatkan apresiasi para pihak terhadap keberdaan kawasan konservasi. Saat ini kawasan konservasi dituntut untuk meningkatkan perannya dalam perolehan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor kehutanan. Perubahan paradigma dari cost centre menjadi profit centre menjadi pilihan Negara untuk mengelola kawasan konservasi dengan harapan tanpa mengurangi manfaat atau nilai ekologi (sustainable forest management). Keseimbangan nilai ekonomi dan ekologi dapat diupayakan melalui praktek bisnis yang sehat dalam pengelolaan kawasan konservasi. Salah satu insentif untuk memacu PNBP dari bisnis konservasi adalah pemberian status Badan Layanan Umum (BLU) bagiĀ bagi pengelola kawasan konservasi. Kata kunci: PNBP, BLU, PP 59/1998
Copyrights © 2012