Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service)
Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas

Cegah Stunting Melalui Edukasi Kesehatan Di Masa Kehamilan Di Kelurahan Rejosari Kota Pekanbaru: Cegah Stunting Melalui Edukasi Kesehatan Di Masa Kehamilan Di Kelurahan Rejosari Kota Pekanbaru

Hetty Ismainar (Universitas Hang Tuah Pekanbaru)
Hastuti Marlina (Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru)
Ani Triana (Program Studi Kebidanan Universitas Hang Tuah Pekanbaru)



Article Info

Publish Date
02 Sep 2022

Abstract

Background. Stunting is a height growth disorder. The prevalence of stunting in Riau Province based on the Indonesian Toddler Nutrition Status Survey in 2019 was 23.7% (WHO standard < 20%). The trigger for stunting is multifactorial, starting from pregnancy to 2 years of age under five. Prevention efforts are needed to reduce the prevalence of stunting. Objectives To provide health education during pregnancy through leaflets and banners for pregnant women. Methods, Health education for pregnant women in by health education media by leaflets and banners. This activity is given to mothers There were 18 pregnant women in the Rejosari village area. The understanding of the material on "Preventing Stunting during pregnancy" focused on four educational materials, including: Blood Adding Tablets, Delivery Assistance with health workers, Early Initiation of Breastfeeding and Exclusive Breastfeeding. Measurement indicators use pre and post-test questionnaires. Results. Pre-test scores, low knowledge 54.2% and high knowledge 45.8%, after the post-test, low knowledge scores 26.4% and high knowledge 73.6%. Conclusion. This health education activity using leaflet and banner media was able to increase the knowledge of pregnant women on how to prevent stunting during pregnancy by 27.8%. Suggestion. Periodic monitoring is needed by the coordinator midwife of the Rejosari Health Center which focuses on providing 90 iron tablets, delivery with health workers, IMD and exclusive breastfeeding. Abstrak Latar Belakang Sunting merupakan gangguan pertumbuhan tinggi badan. Prevalensi stunting di Provinsi Riau berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia pada tahun 2019 yaitu 23,7% (standar WHO < 20%). Pemicu stunting ini multifaktor yang diawali mulai dari kehamilan sampai 2 tahun usia balita. Perlu upaya pencegahan untuk mengurangi prevalensi stunting tersebut. Tujuan, Untuk memberikan edukasi kesehatan masa kehamilan melalui leafleat dan banner pada ibu hamil. Metode, Edukasi kesehatan pada ibu hamil berupa penyuluhan dan media edukasi kesehatan berupa leaflet dan banner. Kegiatan ini diberikan kepada ibu hamil di wilayah kelurahan Rejosari berjumlah 18 orang. Pemahaman materi tentang “Cegah Stunting pada masa kehamilan” yang diberikan focus pada empat materi edukasi antara lain: Tablet Tambah Darah, Pertolongan Persalinan dengan tenaga kesehatan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), dan ASI Ekslusif. Indikator pengukuran menggunakan kuisioner pre dan post-test. Hasil. Nilai pre-test, pengetahuan rendah 54,2% dan pengetahuan tinggi 45,8%, setelah dilakukan post-test, nilai pengetahun rendah 26,4% dan pengetahuan tinggi 73,6%. Kesimpulan. Kegiatan edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan banner ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil cara pencegahan stunting dimasa kehamilan sebesar 27,8%. Saran. Perlu pemantauan berkala oleh bidan coordinator wilayah Puskesmas Rejosari yang berfokus pada pemberian 90 butir TTD, Persalinan dengan tenaga kesehatan, IMD dan ASI Ekslusif.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jpkk

Publisher

Subject

Dentistry Nursing Public Health Social Sciences Veterinary

Description

This journal focuses on epidemiology, environmental health, promoting health, reproductive health, occupational health and safety, health policy and administration, community nursing, community ...