Udara mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup yang ada di bumi. DKI Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang jumlah penduduknya dikategorikan tinggi dan selalu meningkat dan tidak sebanding dengan pertumbungan ruang terbuka hijau dan pelestarian kawasan hijau khususnya pada wilayah perkotaan yang tidak diimbangi dengan luas wilayah. Tingkat kepadatan kendaraan bermotor dan pembangunan infrastruktur semakin meningkat, dapat mempengaruhi terhadap kualitas udara. Hal tersebut dapat berakibat tingkat pencemaran udara semakin tinggi. Fokus penelitian ini melakukan analisis klasifikasi index kualitas udara di DKI Jakarta dengan menggunakan metode Neural Network. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan variabel sebagai determinan yang terdiri dari 5 variabel yaitu PM10, SO2, CO, O3, NO2 dan 1 variabel keluaran yaitu baik, sedang, tidak sehat dan sangat tidak sehat. Dari hasil perhitungan pada penelitian ini diketahui bahwa metode Neural Network memperoleh performansi akurasi sebesar 97,76%.
Copyrights © 2022