Cabai merah sendiri merupakan salah satu satu komoditas holtikultura yang penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan selain itu, jika melihat dari sisi produksinya sendiri, cabai menjadi sayuran dengan produksi tertinggi di Indonesia. Di Kota Surakarta sendiri, produksi cabai merah tidak diproduksi sendiri tiap tahunnya, melainkan masih mengandalkan distribusi atau impor dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, berdasarkan BPS Kota Surakata (2020), komoditas cabai merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi tertinggi di Kota Surakarta di tahun 2019, yaitu sebesar 0,17 %. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis prakiraan atau forecast harga karena prakiraan harga dapat menjadi informasi penting sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengembangan strategi untuk memprediksi kenaikan harga cabai secara tiba-tiba. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga mingguan cabai merah di kota Surakarta dari bulan Agustus 2017 sampai dengan Agustus 2020. Berdasarkan penelitian mengenai ramalan harga cabai merah di Kota Surakarta dapat disimpulkan bahwa model terbaik adalah model ARIMA C (2,1,0) yang diperkirakan akan turun trennya. Hal ini terjadi karena terjadi kelebihan pasokan dan mulai panen, sehingga pasokan cabai cukup banyak. Meskipun ada faktor eksternal lain yang menyebabkan harga cabai merah berfluktuasi, kondisi alam adalah salah satunya. Selain itu, hari raya keagamaan juga dapat mempengaruhi kenaikan harga cabai di suatu daerah. 
Copyrights © 2022