Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 1 No. 12: Agustus 2022

METODE LATIHAN CROSSFIT SEBAGAI PROGRAM PEMBINAAN FISIK BULUTANGKIS

Lalu Sapta Wijaya Kusuma (Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragan dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Pendidikan Mandalika Mataram)



Article Info

Publish Date
28 Oct 2022

Abstract

Olahraga bulutangkis membutuhkan komponen fisik yang kompleks untuk dapat bermain dengan baik, karena dalam permainan bulutangkis atlet dituntu untuk bergerak dengan cepat dan dengan akurasi yang tinggi untuk bergerak ke depan, samping kiri dan kanan, belakang kiri dan kanan secara tiba- tiba. Sehingga hal tersebut dibutuhkan komponen fisik yang baik, diantaranya adalah daya tahan, kecepatan, kekuatan, power, kelincahan, fleksibilitas, koordinasi, dan kecepatan reaksi yang baik untuk menerima shuttlecock yang datang secara tiba-tiba. Gerakan tersebut dilakukan dalam waktu yang relatif lama, antara 45 sampai dengan 60 menit lebih dalam satu kali pertandingan. Kondisi tersebut dibutuhkan latihan yang tepat untuk mendapatkan komponen fisik yang prima dalam satu sesi latihan. Ada jenis latihan yang dalam satu sesinya memiliki berbagai unsur fisik yaitu crossfit. Latihan tersebut memungkinkan seorang pemain memiliki komponen motor ability yang kompleks. Crossfit jenis olahraga intensitas tinggi dengan system aerobik dan anaerobik, menggunakan beban tubuh ataupun alat resistance training, seperti burble, dumble, box jump, jumprope, bola medicine dan jenis alat lainnya yang dikerjakan secara individu maupun kelompok. Crossfit jenis latihan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan atlet agar komponen fisik yang menjadi tujuan bisa tercapai dengan tepat dan tidak memakan waktu relatif lama

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...