Konflik keagamaan di Indonesia sesungguhnya bukanlah sesuatu hal yang baru. Jika ditarik kebelakang, kasus-kasus intoleransi yang kerap terjadi ini, nyatanya sudah menjadi pekerjaan rumah lama. Hal tersebut tentu sangat mengkhawatirkan. Keberagaman suku, agama, dan ras yang sejatinya adalah sebuah kenikmatan, kemudian berbalik menjadi perpecahan akibat ulah manusia yang tidak menginginkan adanya kedamaian. Hal ini jika terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin kehancuran negeri menjadi suatu keniscayaan. Atas dasar inilah, kemudian pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama RI menggalakkan program moderasi beragama. Moderasi beragama sebagai sebuah proses tentu memerlukan kiat yang tepat guna menumbuhkan sikap moderasi. Cara yang pas untuk meraih hal tersebut adalah dengan meningkatkan nilai kecerdasan spiritual di setiap jiwa anak bangsa. Pada hakikatnya, kecerdasan spiritual adalah dasar dari tumbuhnya kecerdasan intelektual dan emosional yang banyak digaungkan sekarang. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual artinya ia mampu berhubungan baik dengan dirinya sendiri, manusia lain, dan juga Tuhan. Mereka tahu dan paham setiap konsekuensi dari segala tindakan. Sehingga, ia senantiasa bersikap dan berpikir bijak sebagaimana mestinya, tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Tulisan ini akan mengulas tentang pentingnya kecerdasan spiritual sebagai kunci dalam membangun moderasi beragama guna menangkal konflik-konflik keagamaan. Selanjutnya, penulis juga akan mengelaborasi nilai-nilai kecerdasan spiritual dengan ayat al-Qur’an, hadis, maupun keterangan-keterangan ulama mengenai hal tersebut. Selain itu, juga akan dipaparkan beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan untuk menumbuhkan nilai spiritualitas pada diri seorang anak.
Copyrights © 2022