Penelitian ini bertujuan mengungkapkan apakah pasar saham bereaksi secara tepat atas informasi merger yang terjadi, dimana BRIS menerima masuknya BSM dan BNIS yang belum go-publik. Reaksi pasar dia-mati melalui pergerakan harga saham dan perubahan volume perdagangan saham BRIS di Bursa Efek In-donesia. Hasil dari penelittian ini yaitu peningkatan volume perdagangan saham dapat mencerminkan adanya disagreement investor tentang nilai intrisik saham BRIS pasca merger. Merger BRIS dapat meningkatkan volatilitas harga sahamnya, meskipun tidak signifikan. Membesarnya asset BRIS setelah menggabungkan BSM dan BNIS ternyata meningkatkan nilai β saham BRIS. Setahun pasca merger, harga saham BRIS berada di antara batas atas PER x EPS dan batas bawah PBV x BVS, yang menunjukkan ek-spektasi para investor akan adanya prospek pertumbuhan laba yang baik pasca merger.
Copyrights © 2022