Setelah pandemi covid, isu ketahanan pangan menjadi topik penting agar tidak terjadi gejolak politik dan sosial di Indonesia. Tingginya ketergantungan impor kedelai (86,4%) bisa mengancam ketahanan pangan nasional. Satu upaya untuk memenuhi kebutuhan kedelai adalah menanam kedelai di lahan kering masam. Kendala yang dihadapi adalah pH tanah rendah, kandungan Al tinggi, terfiksasinya P, miskin unsur hara, KTK rendah. Penggunaan limbah ternak ayam merupakan alternatif untuk mengatasi hal tersebut sekaligus mengatasi pencemaran lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon penggunaan pupuk kandang ayam dan cangkang telur terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian menggunakan RAK 2 faktorial. Faktor I, pupuk kandang ayam P0 (0 ton.ha), P1 (10 ton/ha), P2 (20 ton/ha), P3 (30 ton/ha). Faktor II, cangkang telur C0 (0 ton/ha), C1 (1,20 ton/ha), C2 (2,39 ton/ha), C3 (3,59 ton/ha). Aplikasi pupuk kandang ayam dan cangkang telur memberi respon nyata pada pH tanah, Ca tersedia, P tersedia dan C organik. Pupuk kandang ayam 30 ton/ha memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman (tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot kering biji per tanaman, bobot 100 biji. Pemberian cangkang telur ayam pada parameter pertumbuhan vegetatif dan generatif tidak berbeda nyata.
Copyrights © 2022