AGRISE
Vol 12, No 2 (2012)

Pemberdayaan Masyarakat Tani Pemaknaan, Dan Kasus Di Lapangan

Indardi Indardi (Department of Agricultural Socio-Economics, Agriculture Faculty, Brawijaya University)



Article Info

Publish Date
20 May 2012

Abstract

Otonomi Daerah telah merubah strategi pembangunan  yang semula serba terpusat menjadi terdesentralisasi dengan pemberdayaan masyarkat. Pemberdayaan masyarkat tani diyakini sebagai pendekatan yang paling sesuai di sector pertanian. Masalahnya adalah sejauhmana pemaknaan pemberdayaan masyarkat tani ini dimaknai oleh pihak-pihak yang terlibat, khususnya pemerintah dan masyarkat petani. Hal ini akan berpengaruh terhadap bagaimana kegiatan pemberdayaan masyarkat tani tersebut dilakukan. Konsekuensi pendekatan  pemberdayaan masyarakat  tani  menuntut peran serta petani yang tinggi sehingga interaksi social di antara mereka  lebih intensif. Kajian ini bermaksud mengungkap bagaimana pemaknaan  pemberdayaan masyarakat tani dari segi konsep dan kasus di lapangan . Kajian dilakukan dengan metode kasus tunggal (Yin RK, 2005). Sebagai kesimpulan bahwa pemberdayaan masyarkat tani dimaknai secara parsial, dan belum menyentuh makna yang sesungguhnya. Disarankan ada sosialisasi agar ada persamaan persepsi terhadap makna pemberdayaan masyarkat tani.   Kata kunci: pemberdayaan masyarakat tani, pemaknaan

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

AGRISE

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance

Description

AGRISE adalah Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian yang berada di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Jurnal ini diterbitkan pertama kali pada tahun 2001 oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian FPUB. Pada tahun ...