Upaya promotif berupa pendidikan kesehatan gigi dan mulut kepada anak, merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sedini mungkin. Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Badung dipilih sebagai tempat pengabdian masyarakat karena menerima anak berkebutuhan khusus yang tergolong tunarungu, tunagrahita dan autis. Hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada siswa SLB Negeri 1 Badung yang berjumlah 80 orang yang terdiri dari 23 siswa SD, 26 siswa SMP dan 31 siswa SMA. Hasil pretest yang dilakukan pada anak SD nilai pretest bervariasi dari nilai 50 sampai dengan 100 dengan rata-rata 70,5. Sedangkan nilai post test dari 20 sampai 100 dengan rata-rata 79,1. Untuk siswa SMP diperoleh hasil pretest dari nilai 20 menjadi nilai 90 dengan rata-rata 62,4 sedangkan nilai posttest 90–100 dengan rata-rata 93,5. Untuk siswa SMA, nilai pretest berkisar antara 20-90 dengan rata-rata 56,1, sedangkan nilai post test berkisar antara 30-100 dengan rata-rata 83,1. Kemudian dilakukan uji wilcoxon pada siswa sekolah dasar, didapatkan hasil dengan nilai sig 0,019. Nilai ini 0,05, pada siswa SMP diperoleh hasil dengan nilai sig sebesar 0,000. Nilai ini 0,05, pada siswa SMA diperoleh hasil dengan nilai sig 0,002. Nilai ini 0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara mean pretest dan posttest. Kesimpulannya konseling efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa SLB.Kata Kunci: penyuluhan, pengetahuan, kesehatan gigi dan mulut
Copyrights © 2022