Ayriza Nurul Fadhila Tanjung, Yenny Eta Widyanti, Ranitya Ganindha Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail : ayriza@student.ub.ac.id ABSTRAK Tari Cokek sebagai ekspresi budaya tradisional merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang wajib diinventarisasi, dijaga, dan dilindungi. Walaupun telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan serta peraturan pelaksananya, penelitian ini menemukan bahwa telah terjadi legal gap dalam implementasi perlindungan dan pelestarian Tari Cokek. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian sosio legal atau yuridis-sosiologis yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan hukum secara empiris dengan cara terjun langsung kepada pihak-pihak yang memiliki pemahaman terhadap Tari Cokek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan pelaksanaan perlindungan hukum dan pelestarian ekspresi budaya tradisional seni tari Cokek Tangerang serta menjawab upaya yang dilakukan guna mewujudkan perlindungan dan pelestarian ekspresi budaya tradisional seni tari Cokek Tangerang. Hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa secara substansi, struktur, dan budaya hukum telah terjadi ketimpangan hukum yang juga menjadi penghambat perlindungan dan pelestarian Tari Cokek secara maksimal. Selain itu, secara hambatan non hukum terdapat hambatan seperti minimnya sarana dan prasarana. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa upaya yang dilakukan stakeholders saat ini masih belum memberikan perlindungan hukum terhadap Tari Cokek secara menyeluruh sehingga memerlukan perbaikan guna menyelamatkan Tari Cokek yang sudah berada dalam zona kepunahan. Kata Kunci: EBT, Tari Cokek, Perlindungan Hukum, Pelestarian ABSTRACT Cokek dance as an expression of traditional culture is part of the Indonesian nation that must be inventoried, guarded, and protected. Although it has been regulated in Law Number 28 of 2014 concerning Copyright and Law Number 5 of 2017 concerning the Advancement of Culture and its implementing regulations, this study found that there has been a legal gap in the implementation of the protection and preservation of Cokek Dance. This research was conducted using a socio-legal or juridical-sociological research method that aims to obtain legal knowledge empirically by going directly to parties who have a knowledge regarding Cokek Dance. This study aims to analyze the obstacles to the implementation of legal protection and the preservation of traditional cultural expressions of the Tangerang Cokek dance and to answer the efforts made to realize the protection and preservation of the traditional cultural expressions of the Cokek dance. The results of this study conclude that in substance, structure, and legal culture there has been a legal imbalance which is also an obstacle to the protection and preservation of Cokek Dance. In addition, there are non-legal obstacle, such as the lack of facilities and infrastructure. This study also concludes that the current efforts made by stakeholders have not provided legal protection for Cokek Dance as a whole, so it requires improvements to save Cokek Dance which is already in an extinction zone. Keywords: EBT, Cokek Dance, Legal Protection, Preservation
Copyrights © 2022