Pandemi COVID-19 dan langkah-langkah social distancing berdampak pada kehidupan sehari-hari remaja. Penyebabnya berupa penutupan sekolah, pembelajaran jarak jauh, pembatasan keluar rumah, dan ketidakmampuan untuk berkumpul dengan teman (Centers for Disease Control and Prevention 2021). Mental health problem dapat muncul dari berbagai aspek, seperti emosi, perilaku, atensi, serta regulasi diri (Dunn 2016). Emosi negative (kecemasan, depresi dan kemarahan) meningkat dan emosi positif (kebahagiaan dan kepuasan hidup) mengalami penurunan Selama COVID-19 (Li et al. 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis Pengaruh Problem solving, Affective Responsiveness dan Affective Involvement pada Keluarga Terhadap Masalah Mental Emosional Remaja pada Era Pandemi COVID-19 di tinjau dari Perspektif Budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa dan Siswi SMAN yang ada di Kabupaten Dharmasraya dengan jumlah sampel sebanyak 401 responden. Pengambilan sampel dengan teknik Proportional Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan terdapat pengaruh problem solving terhadap Emosional symptoms dengan nilai statistik Pvalue 0,033, tidak terdapat pengaruh Affective Responsiveness terhadap Emosional symptoms dengan nilai statistik Pvalue 0,003dan terdapat pengaruh Affective Involvement terhadap Emosional symptoms dengan nilai statistik Pvalue 0,493. Disarankan kepada orang tua untuk menjaga dan meningkatkan fungsi keluarga agar remaja memiliki mental emosional yang normal.
Copyrights © 2022