Penelitian ini bertujuan membahas tentang konsep kepemimpinan antara kelompok sunni dan syiah dengan analisis komparasi tafsir Al-Qur’an yang dijadikan hujjah oleh ulama sunni-syiah. Metode dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan kajian Pustaka dan pendekatan sejarah kajian naskah tafsir. pembahasan penelitian ini meliputi kepemimpinan dalam prespektif kelompok sunni-syiah dan Analisa perbandingan antara ulama sunni dan syiah. Selanjuntya hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman konsep kepemimpinan antara sunni-syiah berbeda dimulai dari siapa yang lebih pantas mengantikan kepemimpinan Rasulullah SAW. seteelah wafat, syiah mengkaliam bahwa Ali Bin Abi Thalib merupakan pemimpin yang sah yang ditunjuk langsung oleh nabi untuk menggantikan kepemimpinan setelah nabi wafat dengan hujjah Q.S al-Maidah 67 yang berkaitan dengan sabda nabi di Ghadir Khum, sedangkan ulama sunni menganggap bahwa Abu Bakar ash- Shiddiq adalah pemimpin yang sah yang dipilih dan hasil musyawarah di Majlis al-Syura di bani Saqifah, pembukaan ini berlanjut sampai pada konsep imamah yang dianut oleh syiah, syiah memahami imamah merupakan pemimpin yang dipilih langsung oleh Allah SWT. pemimpin yang maksum yang wajib ditaati dan diimani oleh umat, sedangkan sunni menganggap bahwa hanya manusia biasa hasil pilihan umat dan tidak maksum. Hujjah dalil Al-Qur’an yang dipakai oleh sunni-syiah berbeda juga batasannya, hal ini terjadi karena untuk memperkuat pemahaman dari kelompoknya masing-masing.
Copyrights © 2022