Insidensi hipertensi dihampir semua negara menunjukkan angka yang cukup tinggi. Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menyandang hipertensi. Diperkirakan setiap tahunnya 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah pada penduduk usia 18 tahun sebesar 34,1%. Hipertensi pada kelompok umur 55-64 tahun (55,2%) merupakan jumlah paling tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Latihan Jalan Cepat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Batuphat Barat Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian jenis Quasi eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi di Desa Batuphat Barat Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe dengan sampel 17 orang. Tekanan darah diukur dengan alat pengukur tekanan darah dan latihan jalan cepat dilakukan selama 2 minggu. Analisa data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata tekanan darah sebelum latihan jalan cepat (pre test) adalah sistolik 153,6 mmHg dan diastolik 95,7 mmHg dan rata-rata tekanan darah sesudah pemberian rebusan seledri (post test I), adalah sistolik 132,1 mmHg dan diastolik 86,4 mmHg. Berdasarkan uji t didapatkan nilai p = 0,004 < α = 0,05 sehingga Ha diterima, kesimpulannya Latihan Jalan Cepat efektif secara signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Batuphat Barat Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. Disarankan kepada penderita hipertensi agar terus menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga rutin seperti latihan jalan cepat secara teratur untuk mendukung pengobatan hipertensi.
Copyrights © 2021