Kemunculan depot air minum isi ulang (DAMIU) saat ini semakin banyak di Kecamatan Langsa Timur. Kualitas dari air yang dihasilkan DAMIU sangat berpengaruh bagi kesehatan manusia. Salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh kualitas air yang buruk yaitu diare. Jumlah penduduk di Desa Langsa Timur sebanyak 15.127 penduduk. Sebanyak 80% penduduk masyarakat Kecamatan Langsa Timur mengkonsusmsi air minum isi ulang dengan alasan karena harganya lebih murah dibandingkan dengan harga air minum kemasan yang bermerek dan hanya 5 % penduduk masyarakat Desa Pahlawan yang masih mengkonsumsi air masak (rebus) dengan alasan mencegah masuknya bakteri ke dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air minum yang dihasilkan depot air minum isi ulang di Desa Pahlawan berdasarkan parameter mikrobiologi yaitu total Escherichia coli. Pengujian ini dilakukan dengan metode Compact Dry EC yang dilaksanankan di Laboratorium Puskesmas Langsa Baro Kota Langsa. 1 dari lima depot air minum isi ulang yang berada di Desa kecamatan Langsa Timur tidak memenuhi syarat menurut parameter mikrobiologi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DAMIU yang ada di Desa pahlawan Kecamatan Karang Baru khususnya pada Depot B dan depot C tidak layak untuk dikonsumsi atau tidak memenuhi syarat mikrobiologi karena mengandung bakteri Escherichia coli. Diperlukan pengawasan yang ketat dengan dilakukan pemeriksaan air minum isi ulang selama 6 bulan sekali dari Dinas Kesehatan Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang terhadap air minum yang dihasilkan oleh depot air minum isi ulang.
Copyrights © 2021