Sebagai upaya untuk menilai kualitas pelayanan rumah sakit maka National Health Services (NHS), memperkenalkan enam syarat dalam menilai kinerja pelayanan rumah sakit, salah satunya yaitu efisiensi. Pada pengelolaan unit rawat inap, tingkat efisiensi dapat meningkatkan mutu pelayanan rawat inap di rumah sakit. Efisiensi merupakan salah satu indikator kinerja yang mendasari seluruh kinerja pelayanan kesehatan di rumah sakit, terkhususnya di unit rawat inap. Salah satu indikator efisiensi layanan RS adalah dengan menghitung rasio hunian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) dari rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencapaian BOR di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zubir Mahmud. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai BOR tahun 2020 sebesar 46%, gambaran fasilitas pelayanan kesehatan bagus untuk saat ini seperti jumlah tempat tidur siap pakai yang tersedia, fasilitas telah sesuai dengan standar dan kebutuhan ruangan, gambaran jumlah tenaga kesehatan telah memenuhi atau sebanding untuk saat ini namun butuh tambahan jika BOR mencapai 100% agar pelayanan tetap maksimal, gambaran upaya kesehatan tidak hanya kuratif namun telah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien, antara lain upaya pendidikan kesehatan, upaya promotif maupun rehabilitatif. Saran yang diajukan adalah pihak RSUD dr. Zubir Mahmud melakukan penambahan jumlah tenaga kesehatan seperti dokter spesialis dan perawat agar indikator BOR, LOS, TOI dan BTO mencapai nilai yang optimal serta untuk mencukupi jumlah tenaga kesehatan sesuai dengan standar Rumah Sakit Kelas C, serta dalam masa pandemi COVID-19 menyediakan area pelayanan yang terpisah antara layanan umum dan layanan khusus COVID-19.
Copyrights © 2021