Pakan memiliki peranan penting sekitar 70% dari total produksi ternak dalam usaha peternakan. Kekurangan nutrisi pakan merupakan kendala utama dalam meningkatkan produktivitas ternak. Peternak berupaya menyediakan pakan konvensional, namun harga pakan konvensional cenderung mahal sehingga cenderung meningkatkan biaya produksi. Urea diketahui mengandung sumber nitrogen non protein, urea dalam pakan yang dikonsumsi ternak akan mudah terlarut dan terhidrolisis menjadi amonia oleh bakteri rumen. Materi yang digunakan adalah membandingkan berbagai cara pemberian urea pada air minum, urea dengan molase, urea dengan pati, jerami urea amonia, dan Urea Molasses Block (UMB) terhadap asupan BK (Bahan Kering), PBBH (Pertambahan Bobot Badan Harian), konversi pakan dari ternak ruminansia. Teknik penggunaan urea dalam pakan ternak ruminansia dikhususkan penggunaannya untuk pengolahan urea amonia dan sebagai pakan tambahan berupa UMB. Pemberian urea secara langsung memberikan resiko kematian yang tinggi pada ternak. Metode UMB memberikan hasil yang lebih nyata terhadap penampilan ternak dalam hal konsumsi pakan, konversi pakan, dan pertambahan bobot badan harian ternak ruminansia.
Copyrights © 2022