Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki ciri khas dalam keseniannya. Ciri khas kesenian tersebut tumbuh sesuai dengan budaya dan kepercayaan masyarakat setempat. Di dalam masyarakat Betawi, terdapat sebuah seni yang muncul berupa tarian, yaitu Tari Topeng Betawi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan Tari Topeng Betawi melalui kajian filosofi dan kajian simbolis. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif. Sumber data diambil melalui artikel internet, buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Teori yang dipakai untuk mencari makna tarian di dalam tulisan ini adalah teori semiotika model Pierce. Tarian Topeng Betawi tergolong tarian tradisional kerakyatan yaitu tarian tradisional yang berkembang di dalam masyarakat biasa (bukan dikalangan bangsawan), dan juga mengedepankan nilai-nilai religius, simbolis, dan filosofi. Di dalam tarian Topeng Betawi terdapat beberapa makna simbolis dan filosofi pada pakaian dan atribut yang digunakan. Dalam Tarian Topeng Betawi terdapat tiga jenis topeng yang dipakai secara bergantian selama tarian berlangsung. Pertama-tama diawali dengan topeng berwarna putih yaitu gerakannya berkarakter lembut, yang berikutnya penari menggunakan topeng berwarna merah muda dengan gerakan yang lincah, dan yang terakhir topeng berwarna merah dengan gerakan yang melambangkan orang penuh amarah.
Copyrights © 2022