Kebiasaan merokok di tempat kerja merupakan suatu masalah yang belum bisa terselesaikan hingga saat ini, meskipun sudah ada peraturan dari pemangku kebijakan terkait larangan merokok serta undang-undang yang mengatur, namun masih banyak di temukan data-data terkait para karyawan yang masih merokok di tempat kerja. Pajanan asap rokok lingkungan di tempat kerja seperti industri marmer meningkatkan risiko terhadap kesehatan dan penyakit paru pada pekerja. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode ARRIF yang terdiri dari Analisis, Rumusan, Rencana Intervensi, Forum Komunikasi dilakukan sebagai bentuk pemecahan masalah yang terjadi di lingkingan kerja industri marmer Kecamatan Tjampurdarat Kabupaen Tukunganung. Dari 40 respondenn didapatkan jumlah perokok yaitu 22 orang (55%), bekas perokok 5 orang (12,5%) dan sisanya bukan perokok 13 orang. Diantara perokok, 20 orang (90,9%) adalah perokok ringan dan sisanya adalah perokok sedang. Pekerja yang tidak merokok juga terpajan asap rokok lingkungan atau bekerja pada lingkungan dengan polusi udara yang tinggi Intervensi berupa edukasi kesehatan paru dan respirasi dengan melakukan penyuluhan menggunakan media peraga. Edukasi meliputi bahaya rokok, manfaat berhenti merokok dan upaya berhenti merokok.
Copyrights © 2022