SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022

Analisis Beban Kerja Karyawan Surveyor Bongkar Muat Cargo Kapal Dengan Metode Work Load Analysis (Studi Kasus PT. XYZ)

Akhmad Ghozali Fitrah Ikhsan (Universitas Muhammadiyah Gresik)
Akhmad Wasiur Rizqi (Universitas Muhammadiyah Gresik)
Yanuar Pandu Negoro (Universitas Muhammadiyah Gresik)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2022

Abstract

PT XYZ adalah salah satu industri di kabupaten Gresik yang bergerak di bidang jasa surveyor yang melakukan pekerjaan di area PT WINA. PT XYZ bekerja pada area jetty PT WINA yaitu bertugas melakukan bongkar muat cargo CPO (Crude Palm Oil)  yang dimuat menggunakan kapal cargo yang pembongkaran tersebut dilakukan di area PT WINA. PT XYZ sedang mengalami kekurangan pekerja dikarenakan banyak melakukan pengurangan pekerja, hal ini dilakukan untuk meminimalisir biaya. Para pekerja terlihat lelah dalam menuntaskan perkerjaan disebabkan beban pekerjaannya semakin bertambah. Hal tersebut adalah tanda dari tingginya beban kerja yg diterima oleh para karyawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beban kerja yang diterima karyawan dan penentuan jumlah pekerja yang optimal pada PT XYZ. Metode penelitian yang diambil adalah WLA (Workload Analysis). WLA adalah metode yang digunakan untuk mengetahui beban kerja yang diterima oleh para karyawan sepanjang mengerjakan pekerjaan. Metode WLA memerlukan hasil data dari penjumlahan presentase produktifitas kerja, performance rating dan allowance. Hasil analisis yang ditunjukkan menggunakan metode Workload Analysis adalah beban pekerjaan pada pekerja bagian Sounding & sampling dan Monitoring bongkar muat termasuk dalam beban kerja tinggi. Sedangkan pekerja bagian cek dokumen kapal termasuk beban kerja normal.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...