Hermeneutika merupakan kegiatan untuk menyingkap makna sebuah teks, dimana teks dapat dipahami sebagai jejaring makna atau simbol-simbol. Gadamer, seorang tokoh hermeneutika berpendapat bahwa memahami merupakan proses yang terus melibatkan peleburan dari berbagai horizon. Karya seni, khususnya seni lukis merupakan objek yang dapat dipahami secara fleksibel dengan melibatkan horizon masa lampau dan masa sekarang. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah makna teks lukisan Pop-Surealisme karya Roby Dwi Antono melalui pameran tunggalnya bertajuk “Lucid Fragments” sebagai representasi dari dua kekuatan, dimana simbolisme yang jelas (lucid) memvisualisasikan pecahan (fragments) dari ingatan masa lalu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Gadamer yang menekankan analisisnya pada konsep historis, dialektis, prasangka dan linguistik. Hasil analisis melalui pendekatan hermeneutika gadamer menunjukan bahwa “Lucid Fragments” memiliki makna historis yaitu menceritakan tentang keadaan seniman dan kenangan masa lalu sebagai latar belakang terwujudnya karya. Makna dialektis karya lukis Roby merupakan alegori kehidupan sebagai representasi dari nostalgia pahit manisnya kehidupan masa lalu. Makna prasangka karya Roby merupakan bentuk dekonstruksi karya pop-surealisme melalui ragam kebaruanyang dihadirkan dalam karya. Sedangkan makna linguistik terdapat pada penyampaian bahasa visual pada setiap karya, hal ini memaknai bahwa representasi kenangan-kenangan masa lalu dapat menjadi refleksi bagi umat manusia sebagai motivasi diri untuk mewujudkan perubahan yang positif bagi kehidupan masa sekarang dan yang akan datang.
Copyrights © 2022