Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
No 60 (1997)

The “semiotic” Enterprise of Ian R. Netton: A Deconstructionist Approach of Islamic Thought?

Roxanne Marcotte (Université du Québec à Montréal)



Article Info

Publish Date
18 Aug 2022

Abstract

Tulisan ini mengkaji penerapan pendekatan semiotik terhadap pemikiran Islam yang dilakukan oleh Ian Richard Netton dalam bukunya Allāh Transcendent (1994). Seperti halnya Arkoun, Netton mengusulkan suatu ancangan baru untuk melihat pemikiran Islam, khususnya pemaknaan filosofis terhadap konsep-konsep teologinya melalui penggunaan suatu metode yang merupakan campuran dari teori-teori strukturalis dan semiotic moderen guna menyibak beberapa struktur filsafat dan teologi Islam Zaman Tengah. Karena keterbatasan ruang, tulisan ini tidak menjajaki semua pengarang Muslim yang pemikirannya dikaji oleh Netton melalui pendekatan semiotik. Tinjauan tulisan ini terfokus pada analisis semiotic Netton terhadap tradisi illuminasionis Suhrawardi. Dalam tulisan ini ditunjukkan beberapa kesulitan Pendekatan semiotic Netton. Misalnya ia meminjam secara amat tidak kritis konsep-konsep dan idea-idea dari sumber yang luas sejak dari pendekatan Levi-Strauss dalam antropologi, pendekatan Saussure dalam linguistik hingga pendekatan Barthes dan Eco dalam semiotik. Konsep-konsep pinjaman ini tersebar dalam berbagai bagian karya Netton tanpa adanya perhatian untuk melakukan suatu elaborasi terpadu mengenai konsep-konsep ini pada bagian pendahuluan karya tersebut. Tidak ada suatu analisis tajam mengenai apa yang membentuk semiotic itu. Ketika berhadapan dengan terma "tanda" (sign) Netton mengusulkan suatu pengertian cukup longgar yang mencakup beberapa definisi yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh mulai dari Aristoteles, St. Thomas Aquinas sampai kepada Saussure, Peirce, Eco dan lain-lain. Akibatnya pembaca tidak memperoleh kesan mengenai adanya pengolahan teoritis mengenai batasan "tanda" (sign) yang ia terima atau mengenai penyelidikan analitis tentang fungsinya. Secara umum orang bisa terkejut atas sedikitnya kontribusi yang ditawarkan Netton dalam kajian semiotiknya terhadap pemikiran Suhrawardi. Ia tidak membawakan suatu informasi baru mengenai pengaruh Zoroasterian dalam karya-karya Suhrawardi dan tidak monyumbangkan suatu pandangan berbeda dari kajian-kajian tradisional tentang tokoh illuminasionis ini yang telah dikemukakan oleh tokoh-tokoh seperti Henri Corbin dan Seyyid Hossein Nasr. Dari sini orang dapat mempertanyakan apakah studi Netton telah mencapai harapan-harapan yang diusulkannya sendiri dalam projek semiotiknya?

Copyrights © 1997






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...