Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
No 52 (1993)

Hadis Palsu

Abdul Chaliq Muchtar (State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
17 Nov 2022

Abstract

Hadits palsu menurut istilah Ilmu Hadits disebut "maudlu" ialah bentuk isim maf'ul dari kata-kata wadla'a yadla'u wadl'an artinya yang diletakkan, yang dibiarkan, yang digugurkan (masquth), yang ditinggalkan (matruk), yang dibuat-buat (mukhtaliq), dapat juga diartikan sebagai judul pidato atau makalah. Jika perkataan maudlu' dihubungkan dengan nama sebuah hadits maka menurut istilah ilmu hadits ialah:مانسبالىالرسول صلى الله عليه وسلم اختلافاوكذباممالم يقله اويفعله اويقرهSesuatu yang dibuat-buat dan dipalsukan berasal dari Nabi, padahal Nabi tidak pernah mengatakan, tidak pernah mengerjakan dan tidak pernah menyatakan hal itu. Membuat hadits palsu adalah larangan keras dalam Islam, karena merusak agama dan membohongi Rasul. Beliau bersabda:ان كذباعلي ليس ككذب على احد,ومن كذب علي متعمدافليتبوامقعده من النار(رواه كتب السنه)Berdusta atas namaku, tidak sama dengan berdusta atas nama orang lain. Barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku, bersiap-siaplah untuk menempati neraka.

Copyrights © 1993






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...