Makalah ini merupakan studi tiga karya tafsir al-Qur'an mengenai surat al-Duha. Karya-karya yang dipelajari adalah kitab tafsir al-Kashshaf tulisan Zaimakhshari, kitab Tafsir al-Qur'an al-Karim tulisan Muhammad 'Abduh2, dan kitab al-Tafsir al-Barjani lil-Qur'an al-Karim tulisan Bint al-Shati'. Zamakhshari menulis tafsir al-Qur'an nya di Mekkah antara tahun 1131 dan 1133 Masehi. Karyanya merupakan perkembangan puncak analisa al-Qur'an secara filologis dan sintaktis. Dia menganalisa kerumitan style al-Qur'an dan menjelaskan hal-hal yang tampak aneh yang terdapat di dalam teks al-Qur'an. Untuk mendukung tafsirnya, dia juga menyertakan hadits-hadits dan contoh-contoh syair pra-Islam (Jahiliyyah) biasanya digunakan untuk membuktikan makna beberapa kata tertentu. Muhammad 'Abduh (1849-1905), di lain pihak, terutama menampakkan keprihatinannya untuk menemukan pemecahan atas permasalahanpermasalahan yang terjadi pada masanya. Dia berpendapat bahwa al-Qur'an pada dasarnya bukan merupakan sumber hukum Islam atau ilmu kalam, tetapi merupakan kitab yang memberi petunjuk pada manusia dalam mencari kebahagiaari di dunia dan akhirat. Dia menginginkan suatu tafsir al-Qur'an yang bebas dari spekulasi teoretik, penyelidikan tata bahasa dan kutipan-kutipan ilmiah. Menurut dia, orang hendaknya membiarkan al-Qur'an berbicara bagi dirinya sendiri. Dalam hal ini, dia ragu-ragu untuk menerima materi dari luar al-Qur'an sebagai mempunyai makna bagi penafsiran al-Qur'an.
Copyrights © 1991