Problem pemikiran Islam dan penelitian agama (selanjutnya pemikiran Islam) dapat dibedakan ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama, berkaitan dengan obyek pemikiran dan penelitian, dan yang kedua, batasan mengenai kebenaran. Jawaban atau penjelasan terhadap problem pertama akan menentukan jawaban problem kedua. Problem mengenai obyek pemikiran Islam meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan ke-berada-an Tuhan, alam serta manusia. Termasuk di dalamnya, agama sebagai aktivitas manusia. Mengenai masalah ini sejak mula muncul pertanyaan; apakah pemikiran Islam meliputi dimensi ke-gaib-an terutama Tuhan. Sementara masalah agama sebagai aktivitas manusia berkaitan dengan ukuran-ukuran obyektif dari kualitas keberagamaan antara lain seperti; takwa, ikhlas dan iman. Selanjutnya, persoalan kebenaran pemikiran Islam berkaitan dengan absolusitas dan relativitas serta ukuran dan bukti-bukti obyektifnya apakah bersifat sepekulatif ataukah empirik. Persoalan ini berhubungan dengan keyakinan mengenai letak absolusitas kebenaran wahyu yang muncul dari pengkutub-an Tuhan dan segala hal yang berkaitan dengan-Nya pada satu sisi. Sementara manusia memiliki sisi obyektif dan empirik maupun sisi spekulatif ditempatkan dalam suatu kutub lain yang seolah berlawanan.
Copyrights © 1993