Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
No 55 (1994)

Post Modernisme Perspektif Pemikiran Kultural Keagamaan

M. Masyhur Amin (State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
08 Nov 2022

Abstract

Dunia pemikiran biasanya dihadapkan kepada dua kubu yang dikhotomis, yaitu tradisionalisme dan modernism, baik yangmenyangkut pemikiran keagamaan maupun social budaya. Tradisionalisme diidentikkan dengan sikap budaya dan pemikiran keagamaan yang konservatif, tertutup, kurang menghargai waktu, percaya pada tahayul, lamban dalam mengantisipasi perubahan, dan sebgainya. Sementara itu, modernism diidentikkan dengan progress, terbuka, menghargai waktu, mempunyai perencanaan program yang matang, melihat kedepan, cepat mengantisipasi perubahan, dan seterusnya. Ada kesan, seakan-akan tradisionalisme itu lambing keterbelakangan, sementara modernism lambing kemajuaan, tanpa melihat lebih dalam, filosofi yang melatari pemikiran tradisionalisme dan modernism itu, bahkan juga buta terhadap kebaikan yang terdapat dalam tradisionalisme dan kelemahan modernism.

Copyrights © 1994






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...