Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
No 43 (1990)

Ibn’ Arabi Adalah Seorang Mistik

R Romdon (State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
25 Nov 2022

Abstract

Untuk menamakan Ibn'Arabi sebagai mistik, atau orang mistik, maka perlulah kiranya lebih dahulu dipastikan apa maksud mistik dan juga mistikisme. Untuk itu akan dilihat beberapa kamus dan juga encyclopedia. Dari sana akan diidentifikasi apa-apa saja kiranya aspek mistikisme itu. Mistikisme adalah kepercayaan atau pengalaman dari seseorang mistik, kepercayaan bahwa pengetahuan terhadap Tuhan atau kebenaran yang nyata dapat dicapai melalui meditasi atau kesadaran batin terleps dari akal pikiran.) Di situ yang dipersoalkan hanyalah pengetahuan tentang Tuhan atau hakekat segala sesuatu. jadi belum mempersoalkan menjadi Tuhan atau bersatu, menyatu dengan Tuhan. Tentang jalan mistik juga di situ baru menyebutkan jalan meditasi, belum atau tidak menyebutkan jalan atau cara yang lain. Berikut ini akan dikemukakan uraian dalam Dictionary of Philosophy.  Setelah dikemukakan uraiannya, seterusnya akan dicoba pula untuk memetic pokok-pokoknya. Mistikisme dalam arti yang paling sederhana dan pokok adalah suatu bentuk agama yang menekankan kesadaran yang langsung dan intim akan kehadiran Tuhan. Jadi merupakan agama pada taraf yang sangat kuat dan mendalam. Perkataan itu mempunyai asal-usul dari Mystery Religions. Pemeluk agama yang telah mengetahui segala rahasia dinamakan mystes. 

Copyrights © 1990






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...