Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
No 52 (1993)

Agama dan Kebudayaan dalam Pembangunan Nasional: Persepektif Seorang Muslim

M. Yusron Asrofie (State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
17 Nov 2022

Abstract

Agama dan kebudayaan merupakan dua substansi yang berlainan, tetapi dalam perwujudannya bisa saling bertaut, saling mempengaruhi, saling isi mengisi dan saling mewarnai perilaku seseorang. Agama merupakan suatu nilai normatif yang ideal, sedangkan kebudayaan merupakan suatu hasil budi daya manusia yang bisa bersumber atau berdasar dari agama atau dari akal pikirannya sendiri. Agama berbicara mengenai ajaran yang ideal, sedangkan kebudayaan merupakan realitas dari kehidupan manusia dan lingkungannya. Di dalam sejarah, agama selalu ditantang oleh kemajuan peradaban manusia: nilai dan cita ideal agama tidak selalu berjalan sejajar dengan nilai dan cita ideal serta realitas budaya yang ada. Agama (terutama dari sisi penghayatan pemeluknya) sering dikritik dan dituduh anti kemajuan karena menghalangi manusia dari dinamika dan merubah nasibnya menjadi lebih baik di dunia ini dengan mengajarkan pada manusia impian-impian khayal tentang dunia yang lain (akhirat). Agama menyandarkan diri pada ajaran-ajaran moral yang tidak praktis dan efektif. Sementara itu, kebudayaan modem membangun dunia berdasar motif­motif manusia yang nyata. Bagi kaum agama, pembangunan dan kemajuan dunia modern yang menekankan segi material hanya memperkuat motif-motif keserakahan, kecemburuan sosial, ingin menguasai sendiri, dan motif-motif yang sangat mendahulukan kepentingan pribadi (individualistik). Semua itu menghalangi kemungkinan pemenuhan kebutuhan rohani. Lebih-Iebih lagi, penekanan aspek hubungan manusia dengan alam dalam rangka kemajuan dan pembangunan cenderung untuk tidak memanusiakan manusia, artinya tidak manusiawi, karena manusia Iainnya dianggap sebagai fenomena sekunder. Akibatnya, kehidupan masyarakat tidak harmonis. Masyarakat yang ideal adalah masyarakat yang berdasar aspirasi rohani bersama, saling mencintai dan sating mengasihi. Di sinilah agama berfungsi sebagai kritik sosial terhadap budaya sebagian manusia di dunia ini yang cenderung serakah, menumpuk harta dengan membiarkan orang lain kelaparan, mementingkan diri sendiri, mewah, boros dan ingin menguasai sendiri.

Copyrights © 1993






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...