Aspek pokok dan terkait dalam menghadapi karya sasra adalah aspek penikmatan, pemahaman, dan Aspek kritis yang juga merupakan aspek implikatif. Bagi Pembaca karya sasta, niat yang paling pokok adalah ingin menikmati karya tersebut. Akan tetapi, penikmatan Itu sendiri tidak Akan pernah berhasil Dengan baik tanpa didukung oleh aspek pemahaman. Pemahaman tidak akan sempurna tanpa Didukung oleh Aspek kritis. Pola Asumtif tersebut tampaknya Telah membawa Pada suatu analog Konseptis bahwa Karya sastra Merupakan suatu Yang komplek (Djoko Pradopo, 1983:7) Yang perlu dianalisis Dalam proses pemahamannya. Sementara itu, dalam menganalisis karya sastra kita akan dihadapkan pada berbagai altematif konsekuensif pada efek pemahaman, yaitu pemakaian metode pendekatan. Tulisan ini ingin menelaah satu karya yang berjudul Hikayat Sultan Ibrahim lbn Adham selanjutnya disingkat HSIIA sebagai suatu karya yang otonom. Dengan demikian, aspek kritisnya lebih mengutamakan pada analisis struktur intinsiknya, analisis kompleksitasnya dan analisis bentuk formalnya. Untuk itu, metode yang akan digunakan adalah metode struktural sebagai sarana untuk menganalisis karya terlepas dari kelebihan dan kekurangan atau kelemahan yang ada pada metode tersebut. Disamping itu, HSIIA sebagai Suatu karya Sastra yang arkaistik, agaknya didapati kesulitan untuk melakukan pendekatan lain selain pendekatan obyektif, misalnya pendekatan mimetik, pragmatik atau ekspresif; atau pun pemakaian metode yang lain selain metode struktural. Karena karya Tersebut sebagai Karya yang arkaistis Sulit sekali Untuk diperoleh Data dan informasinya Secara lengkap.
Copyrights © 1992