Para teolog Islam selain berada dalam kesamaan sikap penerimaan dan keberimanan, juga mempunyai tujuan yang sama di dalam upaya merumuskan konsepsi teologis mereka, yaitu sama-sama untuk mengkofirmasikan masalah keakidahan dalam Islam. Namun karena latar belakang yang mempenguhi lahirnya hampir setiap aliran itu berbeda, yang karenanya metode pemikiran dan pendekatan yang mereka pergunakan itupun berbeda, maka timbullah perbedaan dan geterogenitas konsepsi teologis antar mereka. Dengan kalimat lain, walaupun mereka berada dalam kesamaan sikap penerimaan, keberimanan, dan tujuan, namun karena latar belakang bagi kelahiran mereka berbeda maka terjadilah perbedaan dan keanekaragaman, baik metode pemikiran, pendekatan maupun konsepsi teologis antar mereka. Realisasinya, Mu'tazilah tampil sebagai kelompok rasionalis dan Asy'ariyah muncul dengan metode sintesismenya - dua aliran yang dipandang cukup mewakili bagi sekalian aliran teologi Islam pada umumnya. Kedua Aliran tersebut sedemikian Konsisten memegangi serta mempergunakan metode pemikiran dan pendekatan mereka masing-masing, sehingga karenanya menimbulkan kesan dan konsekuensi logis sendiri-sendiri, khususnya dalam masalah keadilan Tuhan, sebagai pokok kajian dalam penelitian ini.
Copyrights © 1990