Tulisan berikut ini dimaksudkan untuk menjawab satu pertanyaan: dimanakah letaki' jaz al-Qur'an menurut Abū al-Qāsim Maḥmūd b.'umar al-Zamakhsharī al-Mu'tazifī. Ia menyatakan bahwa retak i'jāz al-Qur'ān itu ada pada naẓm-nya (susunan kata-katanya) dan berita yang disampaikannya mengenai hal-hal yang ghaib. pendapat Zamakhshari ini dapat ditela'ah dari kitab tafsirnya, al-Kashshāf 'an Ḥaqā'iq Ghawāmid al-Tanzīl wa 'uyun al-Aqāwīl fi wujūh aI-Ta'wīI dimana Zamakhsharī menganalisis ayat-ayat al-Qur'ān dengan pendekatan bahasa dan ilmu bantunya, termasuk di dalamnya Ilmu Bayan dan Ilmu Ma'ani. Ia berargumentasi bahwa keindahan komposisi ayat-ayat al-Qur'an, elegansi stilistik dan kehebatan diksinya tidak mungkin dapat diapresiasi secara penuh tanpa bantuan Ilmu Ma'ani dan llmu-Bayan, dua buah disiplin Ilmu Balaghah yang dianggapnya sebagai alat paling canggih dan efektif untuk menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an yang diturunkan di tengah-tengah bangsa Arab yang gemar dengan sastra. Kemampuan Zamakhshari mengungkap I’Jaz al-Qur'an dari perspektif bahasanya ini diakui oleh para sarjana. Barangkali tidak berlebihan jika Ibn Khallikan sendiri pernah mengatakan bahwa "tafsir semacam al-Kashshaf ini belum pernah ditulis orang sebelumnya". Ibn Khaldun bahkan menasehatkan kepada muridnya agar mempelajari al-Kashshaf untuk mengetahui kekayaan analisis linguitik penulisnya, meskipun pada saat yang sama ia juga mengingatkan murid-muridnya untuk tetap hati-hati terhadap faham mu'tazilah yang juga menghiasi tafsir Zamakhshari ini.
Copyrights © 1997