Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
No 56 (1994)

Kedudukan Wanita Dalam SyariƔt Islam

Tasman Hamami (State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta)
Siti Barirotun (State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
07 Nov 2022

Abstract

Wanita adalah makhluk yang penuh "misteri". Kehadirannya dalam kehidupan umat manusia mutlak diperlukan. Tetapi realita menunjukkan bahwa "nasib" kaum wanita dalam sejarahnya selalu tidak menggembirakan, bahkan menyedihkan. Pada masa-masa sebelum Islam, kaum wanita selalu ditempatkan pada posisi sebagai "obyek". Wanita dianggap kurang berharga, sehingga seringkali dieksploitasi melebihi batas-batas perikemanusiaan. Penempatan wanita dalam posisi yang rendah itu meliputi; kawasan pemikiran maupun kawasan sikap dan perlakuan dalam realitas kehidupan. Filosof Yunani yang ternama dalam sepanjang sejarah umat manusia, Aristoteles, beranggapan bahwa wanita merupakan laki-laki yang tidak sempuma, dan oleh karena itu laki-laki menguasai jiwa wanita. Ide yang menganggap wanita lemah terus dipertahankan dan disebarkan oleh para filosof ternama semisal Kant, Schopenhauer, dan Fichte, (Arief Budiman; 1985; pp. 6-7). Kant tidak percaya bahwa wanita memiliki kesanggupan mengerti tentang prinsip-prinsip. Menurut Schopenhauer, wanita terbelakang dalam segala hal, tidak memiliki kesanggupan untuk berpikir dan berefleksi. Lebih jauh dia mengatakan bahwa wanita diciptakan hanya untuk mengembangkan keturunan. Bahkan menurut Fichte penguasaan laki-laki atas wanita merupakan keinginan wanita itu sendiri.

Copyrights © 1994






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...