Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
No 40 (1990)

Tempat Suci Sebagai Pusat Perhatian Politik Sultan Isma'il dan pengagungan Mawlana Idris I di Mawlay Idris dalam Jabal Zarhun

Herman Leonard Beck (Tilburg University)



Article Info

Publish Date
25 Nov 2022

Abstract

Sampai sekarang setiap tahun sangat banyak orang Maroko baik dari dekat maupun dari jauh datang ke kota Mawlay Idris yang berada dalam Jabal Zarhun pada kesempatan mawsim Idris I. Kelihatannya adanya perayaan tahunan ini menjelma karena perilaku orang mistik yang termasyhur yang bernama 'Abdal-Qadir al-'Alami al-Idrisi (meninggal dunia pada tahun 1850). Orang tersebut lebih dikenal sebagai Qaddur al-'Alami. Sebetulnya keturunan Idris I ini tinggal di kota Miknas yang terletak kira-kira 30 kilo dari kota Mawlay Idris, tetapi setiap hari Jum'at dia biasa mendirikan   salat pada makam nenek moyang Idris I di Mawlay Idris. Pada suatu tahun yang kering sekali penduduk Miknas datang kepadanya memajukan permintaan untuk menjadi perantara kepada Allah. 'Abd al-Qadir al-'Alami memerintahkan teman-teman sekotanya untuk berjalan ke Mawlay Idris dengan prosesi yang khidmat. Orang Miknas melaksanakan nasihat 'Abd al-Qadir al-'Alami. Permohonan mereka ditanggapi, dan sejak itu penduduk Miknas menziarahi makam Idris I pada setiap tahun. Demikianlah, kubur orang suci ini menjadi pusat pemujaan dengan banyak upacara agama, yang paling menyolok adalah mawsim tahunan. Dalam lintasan waktu mawsim untuk menghormati Idris I ini mengalami beberapa perubahan. Pada permulaannya hanya ada satu perayaan yang diselenggarakan oleh penduduk Miknas. Fas, Jabal Zarhun dan daerah sekelilingnya. Sebagai akibat dari kontroversi antara penduduk Fas dan Miknas tentang pimpinan upcara, sekarang mawsim ini terdiri dari dua pesta yang masing-masing dirayakan tidak lama satu setelah yang lain. Selama ini mawsim Idris I dirayakan pada bulan mei, tetapi pada waktu ini pesta itu terjadi pada akhir bulan September. Bermacam-macam upacara korban seperti sapi jantan dan binatang lain berubah, ada yang menjadi hadiah ada juga yang dilarang. Peranan yang dimainkan pada waktu mawsim ini oleh tarikat-tarikat agama, seperti tarikat 'Alamiyya, tarikat 'Isawa dan tarikat Hamadsha, juga tidak lagi sama. Bagi penduduk Fas yang setiap tahun merayakan pesta Idris II, yang adalah putra Idris I dan yang dianggap sebagai pendiri kota Fas itu, menziarahi makam ayahnya di kota Mawlay Idris, yang terletak kira-kira 60 kilo dari kota mereka, merupakan bagian dari kewajiban menjalankan upacara agama untuk menghormati orang suci kota mereka sendiri. 

Copyrights © 1990






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...