Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
No 55 (1994)

“Aku” dalam Budaya Jawa

Mohammad Damami (State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
08 Nov 2022

Abstract

Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki nivo tertinggi: ia disebut human. Mengapa? Salah satu sebabnya adalah  karena hanya manusia saja yang benar-benar menyadari terhadap “aku”-nya dan yang benar-benar ingin mengetahui secara total “aku”-nya sendiri itu. Mengapa manusia senantiasa “menyadari” dan “ingin mengetahui” secara itu? Karena hanya manusia saja yang merasa senantiasa berharap dengan diri sendiri dalam dunianya, demikian menurut N. Driijakara, S.J. Penyadaran dan pengetahuan terhadap diri sendiri, bagi manusia, sangat bermakna bagi kehidupan mereka. Kata Soedjatmoko, “ada atau tidaknya keberanian hidup, ketabahan dalam menghadapi rintangan, inisiatif dan kreativitas seseorang, dan ada atau tidaknya tekad pada suatu bangsa untuk maju dan sekaligus menangani masalah kemiskinan masal, serta ketidakadilan masyarakatnya, sangat ditentukan oleh konsepsi tentang aku ini. 

Copyrights © 1994






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...