Pemanfaatan Cangkang Kijing atau disebut Pilsbryoconcha Exilis sebagai substitusi agregrat halus pada campuran lapisan aspal beton (AC-WC) merupakan suatu langkah yang tepat dan strategis untuk mengatasi kekurangan agregat halus yang memenuhi syarat dalam campuran aspal serta mengurangi limbah.Limbah cangkang kijing didapatkan di sungai Kuala Tuha, kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.Penggunaan limbah cangkang kijing ini dimaksudkan untuk memperoleh suatu campuran yang memiliki kestabilan dan kekuatan yang baik sehingga bahan tersebut dapat dijadikan sebagai bahan alternatif substitusi agregat halus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh cangkang kijing sebagai substitusi agregat halus terhadap campuran lapisan aspal beton AC-WC dengan variasi 100%, 75%, dan 50% terhadap berat agregat. Adapun metode yang digunakan mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2018 Divisi 6, dengan menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) yang diperoleh dari metode marshall mensyaratkan tujuh parameter yaitu Density, VIM, VMA, VFA, Stabilitas, Flow dan Marshall Quotient, Kemudian setelah didapatkan nilai KAO, maka dilanjutkan pembuatan benda uji terhadap variasi substitusi cangkang kijing dengan agregat halus yang memenuhi yaitu 100%CK:0%AH, 75%CK:25%AH, dan 50%CK:50%AH terhadap berat total agregat halus. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh KAO sebesar 5,00%. Pada campuran aspal untuk persentase cangkang kijing substitusi agregat halus yang memenuhi syarat parameter marshall adalah 75%CK: 25%AH, dimana density (2,54 gr), VIM (3,08%), VMA (14,72%), VFA (79,41%), Stabilitas (1299,89 kg), Flow (3,33 mm), dan MQ (391,67 kg/mm). Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan cangkang kijing sebesar 75% terhadap berat agregat mampu menghasilkan stabilitas (min 800 kg), ini membuktikan bahwa meningkatkan adhesi dan kohesi antara agregat dan aspal serta ada kerapatan camputan antara bidang kontak antar agregat
Copyrights © 2022