Pandemi COVID-19 membawa dampak krisis terhadap perekonomian. Perekonomian mengalami perlambatan, bahkan terhenti secara global. Untuk tetap bertahan di tengah krisis yang terjadi, perusahaan berusaha melakukan strategi pemasaran untuk menjaga eksistensinya, tetap tumbuh positif dan tetap menghasilkan keuntungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode pendekatan deskriptif analisis dengan data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui kajian kepustakaan. Penelitian ini menjabarkan strategi pemasaran yang dijalankan oleh beberapa perusahaan di tengah pandemi COVID-19, khususnya Marketing Public Relations (MPR) yang merupakan salah satu dari perangkat Integrated Marketing Communication (IMC) dan menganalisis apakah MPR yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pemasaran dan menyelamatkan perusahaan untuk tetap tumbuh di tengah krisis ekonomi yang terjadi. Pada pelaksanaannya MPR digunakan perusahaan dalam meningkatkan komunikasi dengan konsumen dan target pasar, menanamkan empati dan edukasi kepada konsumen, berupaya memberikan solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat, menciptakan nilai manfaat sosial (social benefit), tanggung jawab (responsible), dan tanggap situasi, juga menunjukkan kepedulian melalui donasi. MPR dinilai efektif dalam menciptakan brand awareness dan citra positif yang pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan, seperti Unilever yang berhasil tumbuh positif dengan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi pada kuartal I tahun 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu di tengah perekonomian yang sedang mengalami krisis.
Copyrights © 2022