Kualitas dari suatu produk yang dihasilkan merupakan salah satu faktor penentu minat bagi konsumen, sehingga perusahaan dituntut untuk mampu memberikan yang terbaik dalam pemenuhan kebutuhan konsumen. Dalam pengendalian kualitas produksi, PT. XYZ telah menetapkan target produk reject ≤ 2% dari total hasil produksi. Tetapi pada kenyataannya rata-rata produk reject adalah 2,99%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat cacat produk apakah masih berada dalam batas kendali atau tidak. Dengan menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dapat diketahui bahwa cacat produk yang terjadi tidak dalam kondisi yang terkendali. Identifikasi penyebab terjadinya cacat menggunakan diagram fishbone didapatkan 4 faktor penyebab yaitu Method, Material, Machine dan Man. Sedangkan dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dapat diketahui prioritas perbaikan untuk mengurangi cacat produk tersebut diantaranya yaitu dengan mengeksplor pemasok lokal maupun import untuk pemenuhan bahan baku yang sesuai, membuat jadwal preventive maintenance, melakukan proses kalibrasi/verifikasi alat.
Copyrights © 2022