Anggrek Cymbidium ensifolium merupakan anggrek terrestrial dengan ciri bunga berwarna kuning corak merah. Keindahan anggrek tersebut menyebabkan masyarakat melakukan eksploitasi yang dapat mengancam kepunahan, sehingga diperlukan upaya pelestarian salah satunya secara ex situ dengan budidaya. Proses budidaya disesuaikan dengan kondisi alamnya yaitu menggunakan bahan alam sebagai pupuk alami atau organik. Bahan alam yang dapat digunakan dalam pembuatan pupuk adalah air kelapa dan air cucian beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan air kelapa dan air cucian beras dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan anggrek C. ensifolium. Metode yang digunakan adalah ex situ dengan menanam menggunakan polybag dengan medium tanah: sekam: sekam berambut = 1: 1: 1 dan mikoriza 15 gr/tanaman di kebun percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor berupa konsentrasi POC 0%, 15% dan 30%. Metode analisis data menggunakan ANOVA dan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan POC berbahan air kelapa dan air cucian beras berpengaruh meningkatkan pertumbuhan C. ensifolium. Pupuk organik cair 30% merupakan konsentrasi optimal untuk panjang tunas, panjang dan lebar daun. Kebaruan penelitian ini adalah digunakannya kombinasi air kelapa dan air cucian beras sebagai bahan dasar pembuatan pupuk dan pada konsentrasi 30% meningkatkan pertumbuhan anggrek.
Copyrights © 2022