Remaja putri terserang anemia karena remaja putri sangat memperhatikan bentuk badannya sehingga mengurangi jumlah asupan makan yang menyebabkan kebiasaaan sarapan tidak baik dan kurangnya asupan zat gizi yang dikonsumsi. Selain itu, dengan padatnya tugas dan kegiatan di luar sekolah sehingga remaja putri mengalami kelelahan dan menyebabkan siklus menstruasi yang tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan, asupan protein, asupan zat besi, siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Cikampek. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan menggunakan desain studi Cross Sectional. Data primer diambil melalui pengukutan hemoglobin, kuesioner form recall 7 × 24 jam, semi quantitative-food frequency questionnaire (SQ-FFQ), frekuensi sarapan, dan kalender siklus menstruasi, sedangkan data sekunder yang diambil data umum responden. Sampel dalam penelitian berjumlah 105 orang, penentuan jumlah sampel dilakukan dengan cara teknik systematic random sampling dan analisis uji statistik yang digunakan adalah Chi-square. Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan siklus menstruasi (p-value 0,000), asupan protein (p-value 0,017), kebiasaan sarapan (p-value 0,037) dengan kejadian anemia, dan tidak ada hubungan asupan zat besi dengan kejadian anemia (p-value 0,773).Kata kunci : Asupan protein, asupan zat besi, kebiasaan sarapan, remaja putri, siklus menstruasi
Copyrights © 2022