Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh temperatur pirolisis terhadap volume dan senyawa penyusun tar ampas sagu. Ampas sagu yang telah dikeringkan, dipirolisis pada temperatur yang divariasikanyaitu 400, 500, 600 dan 700. Salah satu produk pirolisis ampas sagu adalah tar. Tar ampas sagu diukur menggunakan gelas ukur dan senyawa penyusunnya dikarakterisasi menggunakan GC–MS Gilent. Volume tar ampas sagu pada setiap suhu pirolisis masing-masing sebesar 100 ml, 80 ml, 75 ml, dan 65 ml. Hasil karakterisasi GC-MS menunjukkan tar ampas sagu mengandung senyawa berbeda-beda pada setiap suhu yaitu 400°C sebanyak 23 senyawa, 500°C sebanyak 21 senyawa, 600°C sebanyak 14 senyawa dan 700°C sebanyak 17 senyawa. Pada setiap suhu pirolisis, persentase fenol juga berbeda-beda masing-masing 25,27%, 15.63%, 12,83%, dan16,55%.
Copyrights © 2019