Di Desa Cupak, Ngusikan, Jombang, usaha ternak sapi dan kambing menjadi andalan petani karena dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Dalam membangun usaha penggemukan ternak secara intensif diperlukan pengetahuan mulai dari penyediaan bibit, pakan, kesehatan, hingga manajemen berusaha dan tingkat penjualan ternak. Ini agar pengelolaan usahanya berjalan dengan baik dan target peningkatan bobot badan ternak tercapai secara optimal. Permasalahan yang dihadapi masyarakat desa Cupak adalah penyediaan pakan berkualitas, manajemen usaha dan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk hayati yang berguna untuk sawah dan ladangnya. Padahal Desa Cupak dan sekitarnya merupakan penghasil bahan pertanian yang potensial seperti padi, jagung, hortikultura dan umbi-umbian, bahkan limbah kotoran ternak ruminansia sangat melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal untuk pupuk tanaman. Hal ini terjadi karena peternak belum mengetahui dan trampil dalam manajemen pakan dengan mengolah pakan menjadi pakan berkualitas dan mempunyai palatabilitas tinggi untuk ternak ruminansia. Limbah kotoran ruminansia juga belum diolah dengan baik menjadi pupuk organik yang dapat menyuburkan tanah. Teknik berusaha, baik kesehatan ternak, analisis usaha dan pemasaran hasil yang tepat belum dimiliki oleh peternak Desa Cupak. Kemandirian peternak dalam penyediaan pakan ruminansia, teknik berwirausaha dan perawatan ternak, serta pengolahan feses menjadi pupuk organik sangat penting serta meningkatkan kemampuan peternak dalam menjalankan usahanya. Kegiatan ini bermanfaat untuk peternak menuju terwujudnya kemandirian pakan dengan bahan baku dan penanganan limbah kotoran ternak untuk pupuk yang dapat meningkatkan usahanya sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan peternak. Luaran dalam kegiatan ini adalah: (1) Pakan dengan kandungan nutrisi sangat baik, relatif murah, dapat meningkatkan bobot badan harian dan produksi pupuk hayati yang dapat diproduksi desaca mandiri (2) TTG berupa mesin produksi pakan yang ergonomis, relatif murah, fungsional, tepat guna, dan mudah dioperasikan serta dapat dimiliki peternak untuk memproduksi pakan ruminansia.(3) Peternak mampu menjalankan dan menganalisis usahanya dengan baik serta memasarkan hasilnya pada waktu yang tepat.
Copyrights © 2022