Rabies merupakan infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Umumnya, virus penyebab rabies menular ke manusia melalui gigitan hewan. Penularannya melalui air liur anjing yang terkontaminasi masuk ke dalam tubuh melalui luka cakaran atau gigitan pada tubuh. Namun, ternyata, infeksi rabies bisa terjadi pada hewan lain selain anjing, yaitu kucing.Pengetahuan tentang penyakit rabies menjadi salah satu permasalahan, terutama bagi masyarakat atau pencinta kucing. Tentu hal ini perlu untuk diketahui oleh pemilik atau pecinta kucing tentang gejala awal dan cara proses penanganan apabila memiliki ciri-ciri terinfeksi penyakit rabies. Biasanya untuk mengetahui kucing terkena rabies maka diperlukan seorang dokter hewan untuk dilakukan pemeriksaan. Namun masyarakat atau pecinta kucing malas untuk melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter hewan dikarenakan tidak memiliki waktu atau karena sibuk akan pekerjaannya. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dibangun sebuah sistem yang dapat mendiagnosa penyakit rabies pada kucing. Sistem yang dibangun yaitu sistem pakar yang memiliki kemampuan seperti selayaknya pakar atau dokter.
Copyrights © 2022