SOCIETAL
Vol 9, No 1 (2022): Edisi April

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR PEMUDA KELURAHAN BONE-BONE DAN KELURAHAN TARAFU (Studi Di Kecamatan Batupuaro Kota Baubau)




Article Info

Publish Date
17 Apr 2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya konflik antara pemuda di Kelurahan Bone -bone dan Kelurahan Tarafu, Kota Baubau, dan untuk mengetahui strategi penyelesaian konflik yang terjadi antar pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu, Kota Baubau. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan. a.) Wawancara, teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara lisan dan langsung (bertatap muka) dengan informan yang ditunjang oleh pedoman wawancara. b.) Dokumentasi yakni dalam pengumpulan data melalui peninggalan tertulis (dokumen-dokumen) seperti data penduduk, data mata pencaharian dan gambaran lokasi.Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah kepala Kelutahan Bone-bone dan kepala Kelurahan Tarafu, 2 tokoh agama dan tokoh masyarakat yang.2 orang masyarakat yang tinggal di daerah konflik atau terdampak konflik, selain itu pemuda sebanyak 4 orang yang merupakan informan biasa karena terlibat langsung atatu bahkan menjadi rekan pelaku yang terlibat. Sehingga total informan yang ada sebanyak 10 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang menjadi penyebab tejadinya konflik antar Pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu. Faktor-faktor tersebut antara lain pertama amarah . Kemarahaan yang sesaat di antara para pemuda di dua Kelurahan  tersebut, dimana mereka merasa benar dan tidak ingin disalahkan atas apa yang terjadi di kalangan pemuda didua Kelurahan tersebut. Sehingga kemarahan yang sesaat berhujung kepada kebencian dan menjadi gejolak antar pemuda. Kedua lingkungan, lingkungan menjadikan kebiasaan yang baik bila mana kegiatan itu memberikan dampak positif kepada masyarakat yang ada di dalamnya. Lingkungan berperan penting dalam membentuk karakter pemuda, dengan begitu lingkungan yang sehat akan melahirkan pemuda dengan pemikiran yang terbuka dan perilaku yang lebih baik. Strategi penyelesaian konflik antar pemuda di Kelurahan Bone-bone dan Kelurahan Tarafu dilakukan dengan beberapa cara yaitu, a). Negosiasi, dimana para tokoh masyarakat dan Lurah dua Kelurahan tersebut mempertemukan pemuda dari Kelurahan Bone-bone dan Keluraha Tarafu untuk melakukan perdamaian dengan cara berkomrpomi untuk saling memaafkan dan melupakan masalah antar mereka. b).  Mediasi yaitu dilakukan dengan cara pemerintah setempat sebagai fasilitator yang memberi ruang untuk para pemuda dengan melibatkan beberapa pihak, seperti satuan TNI/POLRI,  tokoh masyarakat pemerintah Kelurahan, pemerintah daerah dan pemerintah Kota Baubau, salah satu kesepakatan yang disepakati saat itu, yaitu pengucapan ikrar/janji yang dilakukan pemuda dari dua kelurahan tersebut.

Copyrights © 2022